RAYUAN MANIS DI HARI PEMILWA, PANWAS FISIP BUKA SUARA

0
Sumber: Tangkapan layar postingan Instagram @pemilwafisipub

MALANG-KAV.10 Lebih dari seminggu setelah berlangsungnya Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya pada Rabu (19/11). Dalam pemilihan tersebut telah terpilih calon-calon yang akan menjadi wakil FISIP selama setahun ke depan. Namun dalam pelaksanaannya, Pemilwa masih diwarnai tindak perilaku yang tidak mencerminkan asas pemilihan yang demokratis. Termasuk Barbara* yang menerima iming-iming cokelat tepat saat hari-H pemilihan.

Barbara menjelaskan bahwa saat itu dia berada di TPS, Andy* memintanya untuk memilih salah satu calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). “Bener-bener di [TPS], dia di belakang aku. Tiba-tiba bilang gini, ‘Eh, Kak. Pilih ini dong. Pilih si ini’. Nah, aku kan kayak bercanda-canda [minta coklat] gitu. Eh, akhirnya kerayu juga,” ungkap Barbara pada Kamis (20/11).

Setelah selesai memilih, Barbara mengaku menagih cokelat yang telah dijanjikan sebelumnya. “Ya udah, aku milih kan. Setelah itu, udah selesai. Aku ketemu lagi sama dia. Nah, terus aku nagih coklatnya dan dia ngasih, ” jelasnya.

Andy mengaku jika hal tersebut didasari keinginan pribadi tanpa afiliasi dari pihak manapun. “Ya itu karena dia temanku [salah satu calon DPM]. Makanya aku dukung,” jawabnya ketika diwawancarai langsung pada Jumat (21/11). Andy juga menambahkan bahwa ia sedari awal tidak suka dengan latar belakang beberapa calon.

Furqon selaku koordinator Panitia Pengawas (Panwas) FISIP menegaskan untuk selalu mengarahkan semua staf Panwas sebelum penyelenggaraan kegiatan. “Kita saat melakukan briefing sudah [mengoordinasikan] pembagian tugas [dan] pemosisian tugas. Juga ketika nanti ada di kondisi lapangan itu [mengecek apakah] ada kecurangan atau terjadi ketidakkondusifan,” tuturnya.

Furqon kemudian menceritakan bahwa ia mendapati beberapa hal yang mencurigakan pada saat Pemilwa berlangsung. “Ada orang yang menunggu di kelas dengan iming-iming. Nah, kadang ketika kami jumpai [dekati] mereka kabur,” jelasnya ketika diwawancarai langsung pada Rabu (27/11).

Furqon menjelaskan jika ada seseorang dengan sengaja mengajak atau melobi untuk kepentingan pribadi maupun golongan pada hari pemilihan akan ditindaklanjuti. “Tentunya kita akan cross check dulu. Semisal, kita tahu nih ketika pemungutan suara dia nyuruh beberapa orang untuk voting si ini. Kita akan meminta nama dia, kemudian merekamnya lalu menindaklanjutinya sesuai dengan formulir pelaporan pelanggaran yang ada,” ujarnya. Ia juga menambahkan tindakan tersebut akan berdampak pada calon yang didukung pelaku.

*Bukan nama sebenarnya 

Penulis: Aurelia Calista Fathimah Azzahra (anggota magang), Elvaretta Rahma Devina (anggota magang)
Kontributor: Shafa Qolbu
Editor: Nadia Rahmadini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.