RAMAI HELM HILANG SEBAB KURANGNYA CCTV, MAHASISWA UB LEBIH PILIH MELAPOR KE @UB.PARKIR

MALANG-KAV.10 Area parkir di sejumlah fakultas Universitas Brawijaya (UB) menjadi menjadi lokasi berulang tindak pencurian helm dalam beberapa minggu terakhir. Kasus kehilangan helm yang dilaporkan membuat mahasiswa mempertanyakan dan meragukan keamanan kampus. Akun @ub.parkir yang kerap mengunggah foto-foto parkir serampangan di lingkungan UB kini menjadi tempat mahasiswa mengadukan kehilangan barangnya seperti helm.
Menurut Alex yang merupakan salah satu admin @ub.parkir (1/11), saat ini mahasiswa UB cenderung melaporkan kasus kehilangan helm ke akun instagram @ub.parkir daripada pihak keamanan kampus. Keterbatasan CCTV, menurutnya, membuat mahasiswa lebih memilih @ub.parkir saat Mako tak dapat memproses laporan. “Maksudnya kalau ada barang hilang, helm hilang, kan mereka bukan orang yang berwenang mengusut sampai mana-mana. Ngambil [mengecek] CCTV dari Veteran [luar wilayah kampus] buat nyari helmnya kan enggak [bisa],” tegasnya.
Mengenai banyaknya laporan yang masuk, Ia mengaku bahwa hampir setiap hari akun @ub.parkir menerima aduan. “Mungkin weekend gitu satu [laporan] bisa. Tapi saya udah ini track ya kurang lebih setiap hari itu ada yang kehilangan gitu,” tuturnya. Ia kemudian menceritakan area yang paling rawan terjadi pencurian helm, “kalau di tahun ini kayaknya ini FMIPA. Jadi kasus-kasus kehilangan bulan kemarin ada yang satu deret [motor], helm itu hilang semua,” ujarnya.
Salah satu kasus kehilangan terjadi pada 11 Oktober di area Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Alvito, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), menjadi korban terbaru. “Jadi saya kehilangan helm ketika hari ketiga VLC alias inaugurasi Ilkom [Ilmu Komunikasi]. Itu sekitar tanggal 11 Oktober ya. Saya hari itu kebetulan parkir di FIB. Pas selesai inaugurasi, [helmnya] hilang” tutur Alvito. Ia sempat mencari CCTV di sekitar parkiran tetapi tidak berhasil. Alvito berpendapat bahwa kasus ini terjadi karena kurangnya pengawasan, khususnya di FIB dan FMIPA. “Saya rasa satpam cukup lalai ya, karena saya lihat di @ub.parkir juga bahkan ada yang kehilangan helm di hari-hari biasa (weekdays) jam kelas gitu yang biasanya harusnya itu ada satpam yang jaga,” jelasnya.
Kronologi serupa juga dialami oleh Faiq (bukan nama sebenarnya), salah satu mahasiswa UB, di parkiran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Ia menduga motif pencurian didasarkan oleh kondisi pelaku yang membutuhkan uang. “Mungkin karena helm saya termasuk mahal dan bisa dijual,” ujarnya. Lebih lanjut, Faiq menyoroti terkait penjagaan parkir yang tidak berlanjut hingga malam. “karena saya kelas sampai malam, jadi ketika kehilangan helm tidak bisa nanya ke penjaga parkiran,” keluhnya.
Terkait penanganan pencurian helm, mahasiswa menuntut fasilitas penunjang keamanan. “Ya semoga di setiap parkiran mulai sekarang ada CCTV, terus adanya tempat penitipan helm juga,” harap Alvito. Tuntutan ini sejalan dengan harapan Faiq, “lebih diperbanyak pos penjagaan parkir serta orang yang berjaga, lalu orang yang berjaga sering keliling agar ada situasi aman yang dirasakan mahasiswa,” pintanya.
Penulis: Jaifar Fairus Al-Hibr (anggota magang), Nabila Hanifaty Nuryasha (anggota magang)
Editor: Badra D. Ahmad
