AKSI SOLIDARITAS DI KOTA MALANG UNTUK AFFAN KURNIAWAN YANG TEWAS DILINDAS BRIMOB

MALANG-KAV.10 Jumat (29/8) alun-alun Kota Malang dipenuhi massa aksi mahasiswa sejak pukul 16.00 WIB. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas brutalitas aparat yang menabrak dan melindas Affan Kurniawan hingga meregang nyawa pada Kamis (28/8) lalu di Jakarta.
Tak cuma elemen mahasiswa, para driver ojek online yang usai melakukan longmarch ke Jalan Kayutangan dan Balai Kota Malang juga bergabung dalam aksi ini. Massa kemudian membuka mimbar bebas: menyuarakan orasi, membacakan puisi, hingga melakukan doa bersama. Semua dilakukan untuk menuntut pengusutan tuntas insiden berdarah yang dilakukan oleh brimob kepada Affan Kurniawan.“Suarakan kemarahan kawan-kawan terhadap negara yang sudah sakit dan sudah mati demokrasinya!” ujaran itu bergaung saat orasi dilantangkan.
Lebih lanjut, para driver ojek online juga membawa lima poin tuntutan dalam aksi ini. Mereka menuntut pengusutan tuntas kasus dan proses hukum yang transparan, pemenuhan tanggung jawab dari kepolisian, serta perlindungan dan keadilan hukum bagi para keluarga korban brutalitas aparat. Para driver ojek online juga menuntut dijaminnya keselamatan rakyat dalam setiap aksi penyampaian aspirasi di muka umum serta mendesak kepolisian untuk melakukan evaluasi total.
Pasca pembacaan tuntutan, riuh gemuruh tepuk tangan menyelimuti alun-alun Kota Malang sore itu. “Kita awasi bersama-sama, nggih?” ujar sang orator yang diikuti sorakan dari seluruh massa. Di penghujung acara, lilin-lilin dihidupkan sebagai simbolik tanda duka atas kepergian Affan Kurniawan—warga sipil tak bersalah yang harus kehilangan nyawanya oleh brutalitas aparat—sekaligus matinya demokrasi di Indonesia.
Penulis: Maria Ruth Hanna Lefaan
Editor: Dimas Candra Pradana
