DEKAN FKH DAN FKG DILANTIK TANPA PEMILIHAN, MAHASISWA ANGKAT SUARA

0
Sumber: Instagram @fkh_ub & @fkg.ub

MALANG-KAV-10 Sejumlah mahasiswa bereaksi terhadap pelantikan dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) pada hari Selasa, 10 Juni 2025. Pasalnya, pelantikan tersebut dilakukan tanpa melalui proses pemilihan di tingkat fakultas. Hal ini memunculkan sebuah pertanyaan terkait dengan transparansi dan keterlibatan civitas akademika, terutama mahasiswa. 

Ganis, salah satu mahasiswa FKG menilai bahwa keputusan pelantikan tanpa pemilihan membuat posisi mahasiswa seolah tidak diperhitungkan. “Menurut saya posisi mahasiswa agak dirugikan karena kami tidak turut memilih secara langsung. Padahal, nantinya kebijakan dekan itu yang akan berdampak pada mahasiswa. Tapi saya juga melihat kalau mahasiswa dilibatkan, mungkin ada kekhawatiran akan muncul pilihan yang subjektif,” ucapnya.

Ia juga menyatakan bahwa sudah seharusnya seluruh civitas akademika, tak terkecuali dengan mahasiswa, turut dilibatkan dalam proses pemilihan dekan. “Kami [mahasiswa] seharusnya memiliki ruang untuk menyuarakan pendapat,” tutur Ganis.

Ganis juga menambahkan bahwa ia merasa kebingungan dengan pelantikan yang mendadak ini. Hal ini karena ia tidak mengetahui visi misi dekan yang baru saja dilantik tanpa adanya proses pemilihan. “Tanpa pemilihan, kita tidak tahu visi misi dekan tersebut dan bagaimana mempersiapkan diri untuk kebijakannya.”

Senada dengan hal tersebut, Sasi, mahasiswa FKH turut menyatakan keprihatinannya atas kurangnya partisipasi mahasiswa. “Walau saya juga baru masuk FKH, menurut saya tidak adil. Karena bisa saja kandidat selain dekan yang menjabat sekarang lebih bagus lagi programnya dan lebih menjanjikan,” ujar Sasi.

Sasi juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proses pemilihan dekan sangat penting. Ia beralasan bahwa pada akhirnya yang merasakan dampak dari keputusan ini adalah mahasiswa. “Mahasiswa lebih merasakan dampaknya, seperti meminta tanda tangan untuk mengurus hal-hal internal maupun eksternal.” 

Terkait aspirasi mahasiswa, Sasi menyarankan agar suara mahasiswa disalurkan melalui jalur yang sudah tersedia, seperti formulir Suara KH yang dapat diisi secara anonim atau melalui Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Ia berharap bahwa pelantikan dekan tidak hanya menjadi keputusan sepihak. “Harapan saya, pelantikan dekan tidak dilakukan secara langsung, tetapi melalui proses yang melibatkan pihak-pihak lain agar lebih adil dan transparan,” tuturnya.

Ganis berharap proses transparansi pemilihan dekan dapat diumumkan secara resmi, misalnya melalui sosialisasi atau media sosial resmi fakultas. “Bisa dengan sosialisasi kepada seluruh mahasiswa FKG UB atau dengan transparansi di media sosial resmi fakultas.” 

Lebih lanjut, Sasi berharap bahwa pelantikan ini membawa dampak yang positif bagi fakultas. “Sebagai mahasiswa, kami tetap berharap hal-hal baik. Semoga dekan baru dapat memberikan kemajuan bagi fakultas kami dan mengemban tanggung jawabnya dengan baik,” pungkas Sasi.

Penulis: R. AJ. Afra Aurelia
Editor: Iqbal Rabbani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.