KONTRAK KOALISI RAJA BRAWIJAYA BOCOR: IMM BERIKAN TANGGAPAN
MALANG-KAV.10 Beredar dokumen tentang adanya koalisi dari Organisasi Mahasiswa Eksternal (OMEK) dalam pembentukan panitia RAJA Brawijaya. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa terdapat enam OMEK yang terlibat, yakni GMNI, Forum Brawijaya, PMII, KAMMI, HMI FIB, dan IMM. Menanggapi kabar tersebut, Alfin, Kepala Bidang Politik dan Kebijakan Publik IMM Brawijaya, menjelaskan bahwa koalisi itu memang sudah terbentuk ketika Pemilihan Raya (Pemira) November lalu. “Perjanjian koalisi Raja Brawijaya ini merupakan sambungan dari koalisi Pemira sebelumnya,” terang Alfin (24/5).
Alfin lanjut bercerita mengenai bagaimana perjanjian ini bisa disepakati oleh pihak IMM. “Sebelumnya, terdapat inisiasi dari pihak GMNI untuk membentuk koalisi lanjutan dalam pembentukan panitia RAJA Brawijaya. Lalu, kami berkumpul pada 7 Mei untuk membahas hal itu,” jelas Alfin. Menurutnya, perjanjian ini penting untuk memperkenalkan IMM kepada para calon kader.
Ketika beredar kabar mengenai kebocoran dokumen, Alfin menegaskan bahwa IMM bukanlah pihak yang membeberkan perjanjian. Sebab, menurut Alfin, hanya sedikit kader IMM yang terlibat dalam perjanjian ini, bahkan tidak semua pengurus IMM ikut andil dalam perpolitikan RAJA Brawijaya. “Banyak tuduhan yang mengarah pada IMM, itu tidak benar. Kami sudah menginterogasi kader kami yang terlibat dan tidak ada bukti [mereka] terkait penyebaran konten tersebut,” tanggap Alfin.
Alfin juga menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada kepastian mengenai kelanjutan dari koalisi. Menurutnya, belum ada musyawarah terkait kepastian hasil seleksi RAJA Brawijaya nantinya. Namun, dari pihak IMM sendiri, kata Alfin, tidak ingin ikut terlalu jauh dalam intervensi ini. “Kalau kami [IMM] ya bersikap positif saja. Jika sesuai perjanjian, ya sudah. Kalau tidak, ya kami akan mendaftar [kepanitiaan RAJA Brawijaya] seperti biasa,” jelas Alfin.
Hingga berita ini ditulis, empat perwakilan pihak lain: Kepala Bidang Politik GMNI FH 2024 Danzel William Claudio, perwakilan Forum Brawijaya sekaligus Menteri Koordinator Pengabdian EM UB 2025 Arjuna Nayasilana, Ketua Rayon PMII Pancasila Muhammad Diaz Ardizza, dan anggota HMI FIB UB sekaligus Anggota Komisi I DPM UB 2025 Risyad Ravi Hermawan; tidak merespons permintaan wawancara yang dikirimakan melalui pesan singkat.
Penulis: Muhammad Tajul Asrori
Editor: Maria Ruth Hanna Lefaan
