BULETIN PIKSILASI EDISI I 2024

Dalam film animasi Spongebob Squarepants, tepatnya pada episode Squidville, Squidward memulai hidup barunya di sebuah kota untuk mencari ketenangan—menghindari Spongebob dan Patrick. Di sana, ia menjalani rutinitas impiannya: bersepeda, berbelanja, menari balet, dan bermain klarinet. Terus begitu setiap hari bersama orang-orang yang sama. Hingga, ia mencapai titik kejenuhannya dan melampiaskan kebosanannya melalui bermain-main dengan sebuah peniup kerang.
Mungkin kita semua tak jauh berbeda dengan Squidward. Entah berapa pun umur kita, rutinitas yang kita jalani tak jauh-jauh dari kata monoton. Sebagai mahasiswa, misalnya, kesibukan akademik dan selingan kegiatan organisasi/magang adalah santapan sehari-hari. Dan sialnya—tak seperti Squidward yang melampiaskan kebosanannya pada sebuah peniup kerang—kita mencoba untuk menikmati kemonotonan itu.
Adalah nasib buruk hidup dalam rutinitas yang monoton dan dipaksa menikmatinya. Disertai berbagai tuntutan yang entah datang dari mana saja, lahirlah benih-benih individualisme. Kita sudah terlalu sibuk mengurusi diri sendiri sehingga tak ada lagi waktu untuk menengok orang lain. Akhirnya, jiwa-jiwa kompetisi semakin berkembang pesat, sementara semangat gotong royong perlahan memudar, bahkan nyaris hilang. Dengan bingkai globalisasi, digitalisasi, modernisasi dan -isasi lainnya, semua dipaksa beranjak dari semangat yang berlandaskan kesadaran kolektif menuju sebuah sikap pragmatis.
Barangkali Pasar Santai adalah sebuah angin segar di tengah kemarau panjang kesadaran kolektif. Ia hadir, menghidupkan kembali gotong royong yang dikemas dalam semangat santai, sebuah semangat yang bukan berarti mengabaikan komitmen dan disiplin. Buktinya, kegiatan ini telah berlangsung sebanyak enam kali. Tak hanya memantik kembali semangat gotong royong, ia turut menghadirkan potret-potret lokalitas. Pasar Santai menjadi sebuah wadah yang konsisten bagi para industri kreatif lokal.
Kehadiran Pasar Santai menginspirasi kami dalam menyusun Piksilasi kali ini. Seperti mereka, kami membawa pesan yang sama: semangat santai dan potret lokalitas. Pesan-pesan itu lalu kami utarakan dalam beberapa karya esai juga karya sastra yang dimuat dalam buletin ini. Setiap karya dalam buletin ini adalah apresiasi dan pengabadian bagi siapa pun yang memiliki semangat serupa.
Akhirnya buletin ini telah terbit. Semoga ia dapat menjadi pembeda dalam kemonotonan rutinitas yang membosankan. Terakhir, silakan bersantai dalam Piksilasi kali ini.
Sila baca Buletin Piksilasi Edisi I 2024 melalui halaman website ini atau unduh secara cuma-cuma melalui tautan berikut. Selamat membaca.
