PUISI-PUISI PIUS

Opo to su
Jangan hanya kakiku, Yesus
Basuhlah tubuhku juga.
Aku tak mampu mengaku dosa Dan berdoa
Basuhlah bibirku yang terlalu kering Agar aku bisa kembali Berbicara kepada-Mu.
Basuhlah pikiranku, Agar ketika aku di neraka Aku masih melihat wajah-Mu.
Baciro
Altar itu Lagi-lagi kamu punggungi
Dengan kamu yang sedang
Mencoba meramaikan isi galeri.
Kamu menampilkan gaya terkini
Sambil aku memandangi
Tabernakel yang kamu punggungi.
Patung salib itu,
Kamu punggungi
Untuk mencari validasi diri Tuhan,
Altar-Mu dipakai
Sebagai media validasi belaka.
Tuhan,
Tabernakel sudah
Tidak lagi menyimpan tubuh-Mu.
Via Dolorosa-Mu
Di isi dengan lampu kelap-kelip
Kamera yang menangkap foto
Jika….
Jika panasnya neraka
Dan damainya surga
Tak pernah tertulis,
Apakah aku masih bersamanya
Ayat-ayat
Diriku pernah Mazmur 42:11
Sampai pada akhirnya menjadi Mazmur 23:4.
…..
Dalam sunyi
Hatiku berisik meminta ampunan-Mu Dalam berisik Hatiku sunyi merenungi dosaku.
Penulis: Pius Giri Sugiharta
Nama Lengkap: Pius Giri Sugiharta Pekerjaan: Mahasiswa
Institusi: Universitas Sanata Dharma Media Sosial: @_piuss
Latar Belakang: lagi seneng baca sastra dan filsafat.
