UB PERBARUI SMART GATE DI GERBANG VETERAN, DIREKTORAT ASET: TIDAK ADA BIAYA AKSES KELUAR-MASUK

MALANG—KAV.10 Memasuki awal semester genap tahun 2026, terdapat delapan smart gate yang dipasang di Gerbang Veteran. Direktur Direktorat Aset, Heri Prawoto Widodo, mengatakan bahwa pembaruan smart gate ini dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban dengan teknologi yang lebih baru. “Teknologinya lama dan sudah tiga tahun yang lalu, kemudian kita ingin mengintegrasikan [dari sistem lama ke sistem baru],” ucapnya pada Senin (26/1).
Heri menegaskan bahwa tujuan utama adalah keamanan, bukan pungutan biaya. “Tapi prinsipnya di UB kan belum ada kebijakan parkir berbayar siapa pun,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa tidak ada unsur bayar atau tidak bayar dalam sistem ini, melainkan hanya mengganti teknologi yang sudah ada agar lebih responsif, waktu lebih cepat, dan teknologi lebih baru.
Menurut Heri, smart gate ini dapat mengurangi potensi kehilangan kendaraan secara signifikan karena orang yang tidak berkepentingan tidak bisa lagi keluar-masuk dengan bebas. “Sebenarnya unsurnya adalah bagaimana membantu pengamanan kepada petugas di internal,” ujarnya. Saat ini, UB telah memiliki 13 tempat parkir khususnya sepeda motor yang sudah dipantau dengan CCTV.
Terkait Gerbang Veteran yang lebih dulu diperbarui, Heri menjelaskan agar dapat mendeteksi lebih baik karena merupakan gerbang pusat. “Pintu gerbang kita itu terlalu mepet dengan jalan. Kalau ada antrian masuk saja itu agak sensitif di kita. Itu kebijakan yang memang membutuhkan effort yang tidak mudah bagi kita,” ucapnya. Pihaknya mengintegrasikan semua pintu parkir yang ada di UB, dengan Gerbang Veteran sebagai prioritas pertama supaya perekaman keluar-masuk dapat dideteksi dengan mudah.
Sebagai pelaksana, pihaknya mengusahakan menyiapkan sarana pendukung agar keluar-masuk petugas, mahasiswa, dan dosen tercatat semua dengan teknologi yang lebih baik. Heri menambahkan bahwa permasalahan sepeda motor jauh lebih banyak daripada kendaraan mobil, sehingga pembaruan ini juga menyasar deteksi sepeda motor.
Pembaruan smart gate mencakup tiga aspek. “Satu, kameranya. Kedua, portal yang lebih baru. Kemudian ketiga, kita bisa mendeteksi kendaraan rektor atau macam-macam dengan RFID (Radio Frequency Identification) sudah bisa otomatis masuk,” jelas Heri. Kamera yang dipasang memiliki resolusi lebih bagus untuk membaca plat nomor kendaraan yang terdaftar.
Mahasiswa dapat membeli RFID secara mandiri seharga Rp15.000 untuk didaftarkan di sistem agar kendaraan mereka langsung terdeteksi dari jarak jauh. Mekanisme ini memudahkan petugas gerbang tidak harus menunggu lama untuk membuka portal.
Selain RFID, perekaman juga dilakukan menggunakan nomor kendaraan melalui sistem Siam. “Dia foto [mahasiswa memotret nomor kendaraannya], dimasukkan ke sistem Siam untuk bisa langsung kita rekam. Jadi kalau bukan warga UB kan dia tidak bisa nge-upload di Siam untuk nomor kendaraan,” jelasnya. Bagi warga non-UB, diperlukan izin dari satpam untuk bisa melewati gerbang. Heri menambahkan bahwa terdapat skenario keamanan berlapis, pertama memastikan tidak ada kejahatan, kedua menerapkan keamanan yang paling efektif.
Rencana pembaruan smart gate ini telah dilakukan bertahap sejak tahun 2025 dan telah diuji coba pada mobil. Saat ini, delapan portal terpasang di Gerbang Veteran dengan rincian empat portal mengganti yang lama untuk mobil dan empat portal baru untuk sepeda motor.
Heri menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah kemacetan, menggunakan cara yang sama seperti saat UTBK (Ujian Teknologi Berbasis Komputer). Saat antrian panjang, portal akan tetap merekam kendaraan yang keluar-masuk meskipun tidak sempat membuka-tutup portal untuk setiap kendaraan. Khusus untuk tamu, akan diberikan akses khusus masuk terlebih dahulu.
Mengenai smart gate yang belum memasuki tahap final untuk dioperasikan, Heri mengatakan jika sistem sudah siap maka akan membantu dalam proses pengamanan dan keluar-masuk secara terpusat.
Penulis: Nabila Riezkha Dewi
Editor: Mohammad Rafi Azzamy
