MAHASISWA DOKTORAL BIOLOGI UB DITEMUKAN TEWAS DI SUNGAI DUA BULAN LALU, PENYIDIKAN POLISI MASIH BERLANGSUNG

0
Sumber: Instagram @mipaub.official

MALANG—KAV.10 Mahasiswa Program Doktor (S3) Biologi Universitas Brawijaya (UB), Kavana Hafil Kusuma, ditemukan tewas di sungai kawasan Jalan Patimura, Kelurahan Temas, Kota Batu pada 20 November 2025 lalu. Hingga saat ini, pengusutan kasus tersebut belum selesai, penyidikan polisi masih berlangsung. 

Mochammad Sasmito Djati, dosen pembimbing Hafil, mengatakan bahwa mahasiswanya adalah sosok yang rajin. “Anaknya pintar. Salah satu kepintaran dia itu dia bisa menumbuhkan partikel virus Covid-19,” ujar Sasmito saat ditemui Kavling10 di Gedung Rektorat UB pada Kamis (22/1).

Sasmito menceritakan bahwa setelah terakhir terlihat di Laboratorium Biologi pada siang 14 November 2025. Setelah itu Hafil sempat berkumpul dengan teman-temannya di sebuah kafe. Kemudian, Hafil diketahui menuju Batu untuk pulang, lalu hilang. Pada 17 November, tiga hari berselang setelah Hafil tak bisa dihubungi, sang ayah menghubungi dosen pembimbing Hafil untuk melaporkan bahwa putranya tak kunjung pulang ke kediamannya. 

Tiga hari kemudian, pada tanggal 20 November, jenazahnya ditemukan  di sungai kawasan Temas, Batu. Di lokasi tersebut, sepeda motor dan ponsel milik Hafil raib tanpa jejak. Sasmito berkeyakinan bahwa motif kematian Hafil bukanlah perampokan. “Saya yakin dia tidak dirampok karena saya tahu di saat itu [Hafil] tidak ada uang,” kata Sasmito. 

Bustomi (bukan nama sebenarnya), warga setempat yang ditemui Kavling10 di lokasi penemuan jenazah pada Sabtu (24/1), menjelaskan bahwa jenazah Hafil ditemukan oleh warga yang hendak memancing. Ia juga menyebutkan bahwa kemungkinan waktu kematian Hafil bukan pada tanggal ditemukannya jenazah. “Dari wujud jenazahnya, untuk waktu pasti meninggalnya sih kayaknya bukan tanggal segitu [20 November], tapi udah beberapa hari sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut, Sasmito, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap proses penyidikan. “Penyidikan ada, tapi [sempat] berhenti,” ujarnya. Sasmito mengaku saat itu ia telah mencoba menghubungi pihak kepolisian untuk menanyakan perkembangan kasus, namun tidak mendapat jawaban memadai.

Guru Besar Biologi Reproduksi Molekuler itu menegaskan bahwa tujuannya mendorong penuntasan kasus ini adalah untuk mencari keadilan dan melindungi mahasiswa Indonesia, khususnya di UB. “Saya ingin melindungi mahasiswa Indonesia [spesifiknya] UB [sebagai kampus saya]. Ya, [kasus] ini harus dilanjutkan [pengusutannya].”

Terkait penanganan kasus yang sempat tidak kunjung menemui titik terang, Sasmito mengungkapkan bahwa ia telah melaporkan kasus ini kepada Mahfud MD selaku Majelis Wali Amanah UB. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendorong percepatan penyidikan.

Pada Sabtu, 24 Januari 2026, warga setempat memperhatikan aktivitas tidak biasa terkait kelanjutan kasus ini. Bustomi menyebutkan bahwa meskipun kejadian tersebut sudah dua bulan berlalu, baru-baru ini ada petugas kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian untuk melanjutkan penyidikan. “Sepertinya belum selesai kasusnya,” katanya.

*) Hingga berita ini terbit, Kavling10 masih menunggu jawaban atas permohonan wawancara yang diajukan kepada Humas Polres Batu.

Penulis dan Editor: Redaksi Kavling10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.