MALANG-KAV.10 Sejak dilaksanakan secara resmi pada 6 Januari 2025, beberapa sekolah merasa bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum merata. Di Kota Malang, terdapat beberapa sekolah yang belum mendapatkan program MBG ini. Menurut keterangan Sa’adah, kepala sekolah MI Khadijah, di Kecamatan Klojen, masih ada satu sekolah yang sudah mendapatkan MBG. Di Kecamatan Lowokwaru dan Blimbing, sambungnya, juga hanya ada satu sekolah yang sudah mendapatkan MBG. “Memang banyak yang belum dapat daripada yang sudah,” ujar Sa’adah (28/11).

MI Khadijah, kata Sa’adah, tak menolak kalau nanti didatangi MBG; ia justru berharap
program itu segera tiba. Sayang, hingga kini belum ada kabar lanjutan dari kecamatan. Ia
menegaskan, prioritas seharusnya diberikan kepada sekolah yang siswanya pulang sore. “Kalau
kami, pulangnya jam empat. Ya, itu yang mestinya didahulukan,” ucapnya.

Selain MI Khadijah, terdapat SDN Klojen yang belum mendapatkan MBG. Berdasarkan perkiraan Supriadi, Kepala Sekolah SDN Klojen, program tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Menurut Supriadi, pendataan terkait jumlah data dan alergi [pada siswa] sudah dilaksanakan. “Tapi untuk eksekusinya belum dilaksanakan,” jelasnya pada (27/11). 

Danramil Hariyanto mengatakan bahwa distribusi MBG saat ini masih bertumpu pada satu
dapur di tiap kelurahan (1/12). Dapur itu menjadi pusat penyaluran sekaligus penentu apakah
wilayah tersebut layak menerima program atau tidak. “Kalau target penerima manfaat tidak
terpenuhi di suatu kelurahan, penyalurannya bisa dipindahkan ke wilayah lain yang lebih
membutuhkan.”


Penulis: Zaskia Hermanda Andromeda
Editor: Muhammad Tajul Asrori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.