SUARAKAN KESETARAAN SERTA INKLUSIVITAS, FORMAPI UB GELAR GAPAI 2025

MALANG-KAV10 Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, Forum Mahasiswa Peduli Inklusi (FORMAPI) Universitas Brawijaya menggelar acara Galeri Aspirasi, Aksi, dan Karya Inklusi (GAPAI) di Maliki Plaza pada Sabtu (29/11). Dengan tema “Embracing Diversity, Blooming Unity”, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap isu inklusi di lingkungan kampus dan masyarakat. Acara tersebut sekaligus menegaskan bahwa inklusi bukan hanya tentang menerima, melainkan juga memberikan ruang untuk mereka semua.
Rangkaian acara ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana dan Ketua Umum FORMAPI. Acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan, mulai dari pertunjukkan vokal, musikalisasi puisi, hingga teater. Selain pertunjukkan, acara ini juga menyajikan pameran terkait inklusivitas serta memberikan kesempatan para pengunjung untuk mempelajari bahasa isyarat. Acara kemudian diakhiri oleh pembawa acara dan ditutup dengan dokumentasi bersama.
Ketua Pelaksana GAPAI Jelita menjelaskan bahwa acara ini diadakan untuk memberikan pemahaman ke orang-orang terkait pentingnya inklusi. “Maksud dari acara ini sendiri memang [untuk] meningkatkan kesadaran para pihak eksternal. Meskipun ada yang memiliki kekurangan, [tetapi] tetap memiliki kelebihan masing-masing gitu,” ujarnya. Jelita berpendapat bahwa acara ini akan terus relevan. “Ini kan [GAPAI] program kerja baru dan nantinya itu akan dilanjutkan dengan tetap menyesuaikan perkembangan, karena memang FORMAPI fokusnya di inklusivitas teman-teman difabel,” lanjut Jelita.
Hafis, pengunjung sekaligus teman disabilitas, membagikan rasa antusiasnya terkait acara ini. “Dengan acara seperti ini, lebih menyenangkan. Rasanya bagus sekali,” tuturnya. Selain itu, menurutnya pesan-pesan yang ada dalam acara ini juga dapat tersampaikan dengan baik. “Pesan yang ingin disampaikan, dengan adanya zona daksa dan zona-zona lain, ini bagus sekali. Jadi selain dapat hiburannya juga dapat edukasi tentang disabilitas,” jelas Hafis.
Acara ini cukup membantu dalam menyuarakan pentingnya kesetaraan dan inklusivitas. “Penting buat teman-teman muda [untuk] ngerti, disability awareness itu apa sih,” lanjutnya. Hafis menegaskan bahwa banyaknya anak muda harus saling bermanfaat. “Acara-acara seperti ini tuh semoga semakin mendorong anak muda untuk berkontribusi bagi teman-teman difabel,” pungkasnya.
Penulis: Faida Nurul Imamah (anggota magang)
Kontributor: Fudhail Najmudin Al Muzaki (anggota magang)
Editor: Badra D. Ahmad
