KOLEKTIF MALANG MENGHIMPUN ORGANISASI GERAKAN BARU BERTAJUK “ALTERNATIF”

0
Fotografer: Dhito Priambodo

MALANG-KAV.10 Rabu (8/10) sore di Kota Malang diwarnai semburat oranye matahari, dan di bawah langit oranye itu, sekumpulan pemuda mendeklarasikan berdirinya organisasi bersifat massa sebagai hasil dari bersatunya beberapa kolektif. Organisasi massa ini dicetuskan dengan nama ALTERNATIF.

Ali Fikri Hamdhani, selaku perwakilan dari ALTERNATIF mengujarkan bahwa organisasi tersebut hadir sebagai respon melunaknya kelompok gerakan terhadap rezim. Selain itu, momentum krisis berkepanjangan seperti naiknya biaya hidup dan pendidikan mahal yang tak juga direspon oleh kelompok perlawanan menjadi alasan lain adanya ALTERNATIF menurut Dhani. “Pada intinya kami ingin berupaya untuk ingin menjadi jawaban atas kebuntuan gerakan rakyat hari ini,” jelasnya.

Dhani juga menjabarkan bahwa sebagai permulaan organisasi massa, ALTERNATIF membawa tiga nilai besar yakni Progresif, Demokratis, dan Kerakyatan. Progresif dimaksud sebagai gagasan melampaui pemikiran normatif dalam sistem kapitalisme. “Jadi kita ingin membongkar kapitalisme melalui ide yang lebih maju atau memberikan tawaran lain yang lebih maju daripada kapitalisme,” jelasnya. Nilai demokratis dan kerakyatan juga memiliki alasan yang selaras dengan nilai progresif dalam pencetusannya menurut Dhani.

Nama ALTERNATIF dinilai Dhani lebih mudah diterima dan diingat anak muda pada umumnya. Alasan lain dilatarbelakangi oleh anggapan bahkan penggunaan akronim pada nama organisasi merupakan budaya lama. “Kita enggak milih itu [akronim] karena itu khas nama lama, khas nama-nama organisasi gerakan yang lampau atau dalam ‘si tua’,” jelas Dhani. Lebih lanjut, ALTERNATIF menawarkan jalan politik baru dari situasi politik hari ini. “ALTERNATIF sendiri sebenarnya punya makna politik di dalam kata,” sambungnya.

Dalam waktu dekat, ALTERNATIF ingin memperkuat eksistensinya dengan melengkapi struktur organisasi. “Jadi ingin memperbanyak keanggotaan yang ada di Malang dulu. Sebelum nanti puncaknya bisa diukur organisasi ini final dan selesai atau maksudnya sudah utuh sebagai sebuah kendaraan itu ketika nanti setelah kongres,” lengkap Dhani. Menurutnya, saat ini fokus ALTERNATIF menargetkan adanya ratusan anggota sebelum kongres.

Dhani mengharapkan ALTERNATIF dapat menjadi organisasi yang berjalan melawan kapitalisme. “Kapitalisme ini yang menciptakan semuanya menjadi rusak termasuk sistem politik demokrasi,”. Dan sebagai organisasi yang baru berdiri, Dhani mengharapkan dapat menghimpun banyak orang sebagai organisasi massa seperti yang dicita-citakan.

Penulis: Dhito Priambodo
Editor: Naufal Rizqi Hermawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.