PLD NILAI PENAMPILAN MAHASISWA DIFABEL MEMBERI STIGMA BURUK, SOSMA EM: ADA MISPEMAHAMAN

MALANG-KAV.10 Anggota Layanan dan Aksesibilitas Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Universitas Brawijaya (UB) Mahalli menerangkan bahwa dalam rangkaian acara RAJA Brawijaya 2025 akan diadakan penampilan dari mahasiswa difabel. Menurutnya, acara tersebut diadakan atas inisiatif dari Kementerian Sosial dan Masyarakat (Sosma) Eksekutif Mahasiswa (EM) UB. Namun, Mahalli khawatir atas dampak yang ditimbulkan dari penampilan tersebut. “Sebab, bisa saja timbul perasaan kasihan dan stigma negatif dari audiens,” jelasnya pada wawancara Senin (4/8).
Lebih lanjut, Mahalli menjelaskan bahwa tren tersebut sebenarnya sudah berlangsung selama beberapa tahun. Dan menurutnya, dampak dari penampilan tersebut kurang baik bagi teman-teman mahasiswa baru. Sehingga menurut Mahalli, tujuan dari materi terkait disability awareness tidak berjalan dengan baik. “Kalau tiba-tiba ada penampilan yang menyebabkan rasa kasihan dan lain-lain, kan jadi terbantahkan,” terang Mahalli. Menanggapi hal tersebut, Aura Ratu, Menteri Sosma EM UB memberikan pendapat yang berbeda. Menurutnya, alasan Sosma mengajukan penampilan tersebut bukan untuk menimbulkan stigma buruk. “Ada mispemahaman terkait tujuan kami,” sanggah Aura pada wawancara Minggu (10/8).
Menurut Aura, tujuan dari Sosma adalah mewadahi teman-teman disabilitas untuk menampilkan diri mereka dan menunjukkan bahwa semua manusia itu setara. “Dengan alasan itu, kami berkomunikasi dengan PLD untuk memberikan saran terhadap acaranya. Sehingga ada komunikasi dua arah di situ” jelas Aura. Setelah berkoordinasi, Aura menerangkan bahwa pihak Sosma baru mulai melakukan pendataan bagi mahasiswa disabilitas yang berminat menampilkan penampilan.
Selain Aura, satu dari tujuh Wakil Ketua Pelaksana RAJA Brawijaya 2025, Tarisha Nurul, juga menerangkan bahwa penampilan tersebut (Brawijaya for Inclusivity) memang sudah menjadi program kerja EM dalam RAJA Brawijaya. “Sehingga mereka sudah mempersiapkannya dengan baik,” terang Tarisha dalam konferensi pers Selasa (12/08). Menurutnya, tujuan EM menjalankan program kerja tersebut adalah mengenalkan inklusivitas di UB. Di sisi lain, Aura juga menjelaskan bahwa mispemahaman dengan pihak PLD tersebut sudah selesai sebelum acara RAJA Brawijaya 2025 dimulai.
Penulis: Muhammad Tajul Asrori
Editor: Nadia Rahmadini
