MAHASISWA BARU KELUHKAN INKONSISTENSI INFORMASI PANDUAN ATRIBUT DAN BARANG BAWAAN RAJA BRAWIJAYA

MALANG-KAV10 Pada Rabu (30/07) lalu, panitia RAJA Brawijaya merilis ‘PENGUMUMAN PERUBAHAN ISI BUKU PANDUAN ATRIBUT DAN BARANG BAWAAN PKKMB RAJA BRAWIJAYA 2025’ melalui broadcast WhatsApp Channel. Panduan tersebut mengatur beberapa perubahan dari buku panduan sebelumnya yang diunggah pada Selasa, (29/07) lalu. Perubahan panduan atribut meliputi ketentuan totebag, name tag, pin cluster, pita sakit, pita gerbang, dan buku catatan. Tidak hanya perubahan pada buku panduan, melainkan juga terdapat perubahan informasi yang lebih mendetail terkait pita gerbang hingga mencakup pembagian cluster dalam pemakaian pita gerbang. Perubahan tersebut dapat dilihat dari konten akun @raja_brawijaya di aplikasi TikTok pada Jumat (08/08) lalu.
Perubahan-perubahan informasi ini mendorong wabah kebingungan di kalangan mahasiswa baru. Aci (bukan nama sebenarnya) menyatakan ia pertama kali mengetahui informasi tentang pita gerbang dari panduan RAJA Brawijaya. Namun setelahnya, ia mendapatkan informasi terbaru terkait pita gerbang dari video konten TikTok RAJA Brawijaya. Selaras dengan Aci, Vale—mahasiswa baru—menyatakan hal serupa bahkan menganggap informasi dari TikTok juga rancu. “‘Kan enggak semua official website sosial medianya Rabraw itu memunculkan info resmi, dan info resmi itu ‘kan cuma di TikTok,” ujarnya ketika diwawancarai pada Senin (11/08) lalu.
Vale mengungkapkan bahwa ia dan orang tuanya merasa kesulitan akibat perubahan-perubahan informasi yang mendadak dan diberitahukan hanya pada platform tertentu. “Kayak orang tuaku sendiri di bawah komen, ‘kok tega banget’, ‘kok berubah’, kan agak menyusahkan, ya,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa perubahan informasi sebaiknya tidak mendadak dan dapat dibagikan pada semua platform media sosial RAJA Brawijaya.
Di sisi lain, Razan, Wakil Ketua Pelaksana RAJA Brawijaya 2025 bidang Operational Executor menyatakan bahwa perubahan informasi gerbang tersebut merujuk pada perubahan skema bagi mahasiswa yang bertempat di lapangan rektorat, FEB, dan sepanjang jalan FK, baik secara kedatangan maupun kepulangan. “Skema awal kami sebelum dikritisi oleh Panitia Dosen, sudah settle, yaitu adanya mahasiswa baru dari sebagian jalan Veteran dan juga FEB yang masuk ke venue,” paparnya pada saat diwawancarai pada Selasa (12/08) lalu.
Lebih lanjut, setelah panitia mahasiswa berdiskusi lebih lanjut dengan pihak keamanan dan juga panitia dosen, terdapat perubahan skema yang menjadi hanya mahasiswa dari lapangan rektorat saja yang masuk ke venue. Sedangkan mahasiswa yang berada di luar lapangan rektorat dipulangkan.
Selain itu, ia menilai bahwa perubahan ini dilakukan untuk mendukung efisiensi waktu agar tidak banyak mahasiswa yang tertinggal karena banyaknya materi pada hari pertama. Ia juga menyatakan bahwa panitia telah memberitahukan informasi dengan memanfaatkan media sosial RAJA Brawijaya yang dimiliki. “Kita juga menggunakan media kita sebaik mungkin untuk pada akhirnya menyampaikan informasi dan juga melalui SPV Cluster,” pungkasnya.
Penulis: Maria Ruth Hanna Lefaan
Editor: Badra D. Ahmad
