KETERLAMBATAN PEMBENTUKAN PANITIA PICU KEKHAWATIRAN PERSIAPAN PKKMB INKLUSIF UNTUK MAHASISWA DISABILITAS

MALANG-KAV.10 Universitas Brawijaya (UB) mencatat adanya 55 mahasiswa baruyang memiliki berbagai ragam disabilitas. Panitia RAJA Brawijaya (Rabraw) mempersiapkan banyak hal untuk mahasiswa baru disabilitas. Mahali dari Pusat Layanan Disabilitas (PLD), mengungkapkan kekhawatirannya terkait keterlambatan pembentukan panitia Rabraw.
“Kami menunggu, siapa sebenarnya yang bisa menjadi penanggung jawab untuk mengkomunikasikan kebutuhan layanan,” ungkapnya pada Senin (4/8) kemarin. Pihak PLD ingin memastikan bahwa panitia Rabraw benar-benar memahami mengenai isu inklusi disabilitas secara umum.
Terkait kesiapan Rabraw 2025 dalam menerima mahasiswa baru, Amelia selaku ketua pelaksana Rabraw 2025,
mengungkap telah mempersiapkan cluster khusus untuk mahasiswa disabilitas. “Cluster khusus ini untuk memudahkan panitia memantau dan mengarahkan pada saat hari H, nantinya akan ada rekan-rekan dari PSLD yang akan mendampingi para MABA disabilitas,” terang Amelia pada Selasa (29/7) lalu.
Meski begitu, Mahali mengungkapkan bahwa pelatihan disability awareness bagi panitia Rabraw sejauh ini baru menyentuh lingkup terbatas, khususnya untuk supervisor (SPV), lantaran tidak memungkinkan melatih seluruh panitia. Padahal, menurut Mahali, disability awareness mencakup pemahaman berbagai ragam disabilitas,
bukan hanya tuli dan bahasa isyarat.
“Bahasa isyarat itu bagian dari deaf awareness, tapi disability awareness lebih luas, termasuk cara berinteraksi dengan mahasiswa tunanetra, pengguna kursi roda, tunadaksa dengan atau tanpa alat bantu, disabilitas mental, hingga slow learner,” jelasnya. Ia menambahkan, setiap ragam disabilitas memiliki kebutuhan berbeda, sehingga penting memastikan instruksi di OSPEK dapat tersampaikan dengan tepat kepada seluruh mahasiswa baru
penyandang disabilitas.
Penulis: Nabila Riezkha Dewi
Editor: Naufal Rizqi Hermawan
