INKONSISTENSI PENGUMUMAN WAKIL KETUA PELAKSANA RAJA BRAWIJAYA 2025

MALANG-KAV10 Akun Instagram resmi RAJA Brawijaya telah merilis panitia inti pada Sabtu (5/7) lalu. Dalam rilis tersebut, satu Ketua Pelaksana dan tujuh Wakil Ketua Pelaksana terpilih dalam perhelatan RAJA Brawijaya 2025. Terpilihnya delapan mahasiswa ini, kata ketua pelaksana RAJA Brawijaya 2025 Amelia Rizky, merupakan
hasil penjaringan dari panitia seleksi unsur mahasiswa dan unsur dosen.
Dua bulan sebelumnya, hasil seleksi panitia inti dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) selaku unsur mahasiswa mengatakan hal yang berbeda. Surat Keputusan Ketua Pelaksana dan Wakil Ketua Pelaksana yang diunggah pada akun Instagram resmi DPM pada Jumat (9/5) kemarin hanya menyebutkan empat nama sebagai Wakil Ketua Pelaksana pada RAJA Brawijaya 2025.
Masih di hari yang sama, Kemahasiswaan Universitas Brawijaya (UB) melalui laman resminya juga merilis nama-nama ketua pelaksana dan wakil ketua pelaksana RAJA Brawijaya 2025. Namun berbeda dengan rilis milik DPM, jumlah wakil ketua pelaksana menurut Kemahasiswaan UB adalah enam orang.
Amelia lantas buka suara untuk menanggapi perbedaan-perbedaan itu. “Mungkin [perbedaan] itu terjadi [karena] beberapa miskomunikasi antara panitia seleksi unsur mahasiswa dan juga panitia dosen,” terangnya pada Selasa (29/7) lalu. Ia juga menambahkan bahwa nama akhir wakil ketua pelaksana berasal dari pertimbangan antara hasil pengumuman oleh DPM dan Kemahasiswaan UB. “Ketua pelaksana dan wakil ketua pelaksana yang sekarang itu berasal dari dua komparasi antara dua pengumuman itu [DPM dan Kemahasiswaan],” tutur Amel.
Sementara itu, ketua pelaksana unsur dosen RAJA Brawijaya menerangkan bahwa perbedaan hasil antara panitia seleksi unsur mahasiswa dan unsur dosen membuat pihak Kemahasiswaan memutuskan untuk melakukan penambahan jumlah wakil ketua pelaksana. “Jadi semuanya itu dalam koridor koordinasi pihak mahasiswa dan juga pihak pimpinan universitas [panitia dosen],” kata Sujarwo saat diwawancara usai audiensi pers mahasiswa UB dengan Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan pada Rabu (6/8) kemarin.
Penulis: Sofidhatul Khasana
Editor: Dimas Candra Pradana
