DIWAJIBKAN IKUT OPENING CEREMONY, MABA PSDKU TAK DAPAT AKOMODASI TRANSPORTASI BERANGKAT RAJA BRAWIJAYA LAGI

0

MALANG-KAV.10 Sama seperti yang terjadi pada tahun 2024, mahasiswa baru (maba) Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya (UB) Kediri tak mendapatkan bantuan akomodasi untuk transportasi menuju Malang. Steering Committee Kisah Adaptasi Lingkungan dan Aktivitas Mahasiswa Baru (Kalamaba) PSDKU UB Kediri Pramukya Nagata Pragiwaksana (2/8) mengaku bahwa ia telah berkoordinasi dengan pimpinan PSDKU. Meskipun demikian, maba PSDKU tetap diwajibkan untuk mengikuti Opening Ceremony RAJA Brawijaya (Rabraw) di Malang.

Lebih lanjut, Nagata telah berkoordinasi tentang hal ini kepada Wakil Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan PSDKU selama dua tahun. Menurutnya, WD 3 PSDKU juga telah mengupayakan anggaran transportasi untuk mobilisasi maba saat Rabraw. “Tapi ya itu, saya belum bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Jawabannya pasti seperti itu. [WD 3 PSDKU] bilangnya pasti ‘ini uangnya dari mana kalau melakukan akomodasi?’,” keluh Nagata.

Menyikapi hal tersebut, Nagata bersama panitia Kalamaba kembali memesankan bus untuk transportasi para maba seperti tahun lalu. “Jadi maba-maba yang ingin berangkat bersama mungkin bisa dipesankan bus oleh panitia agar bisa berangkat bersama-sama,” lanjutnya. Meskipun demikian, penyewaan bus ini tetap menggunakan uang maba pribadi sebab tak dapat diakomodasi oleh pihak kampus tadi.

Berkaitan dengan kehadiran maba PSDKU, Nagata turut menegaskan bahwa mabaPSDKU juga mengikuti regulasi RAJA Brawijaya. “Di sini kita dari maba-maba PSDKU tidak ada bedanya dengan maba-maba yang ada di Malang juga,” jelasnya. Dengan demikian, menurut Nagata, seluruh maba PSDKU akan menghadiri Opening Ceremony Rabraw.

Hampir sama dengan Nagata, Ketua Panitia RAJA Brawijaya Amelia (29/7) mendaku bahwa panitia Rabraw juga mau untuk memfasilitasi transportasi maba PSDKU. Saat diwawancarai, ia masih terus berkoordinasi dengan Panitia Dosen RAJA Brawijaya dan PSDKU Kediri.

Dimintai konfirmasi, Ketua Panitia Dosen RAJA Brawijaya Sujarwo (6/8) justru mengklaim bahwa kehadiran maba PSDKU bukan menjadi wewenangnya. Menurut Sujarwo, hadir atau tidaknya maba PSDKU ke kampus utama, “Pengelola PSDKU yang akan menentukan,” tegasnya.

Meskipun demikian, ia menilai bahwa mewajibkan maba PSDKU tanpa mengakomodasinya akan berpotensi konflik. “Diserahkan ke mahasiswa, tapi [bila] diwajibkan, itu pasti akan berpotensi konflik. Mungkin kakak tingkatnya akan belani adiknya,” jelasnya.

Penulis: Badra D. Ahmad
Editor: Dimas Candra Pradana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.