BEDA PANDANGAN BAKAL CALON DEKAN DAN HARAPAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN DEKAN

MALANG-KAV.10 Bakal calon dekan telah memaparkan visi misinya seperti Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) pada 29 April dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada 5 Mei. Akan tetapi, beberapa visi misi yang telah dijabarkan belum sesuai dengan keinginan mahasiswa. Ada perbedaan antara fokus dan program kerja dari bakal calon dekan dengan harapan para mahasiswa.
Melalui survei Litbang Kavling10, salah satu keluhan mahasiswa FIA terhadap bakal calon dekan adalah parkiran yang selalu penuh. “FIA parkirannya kurang, di klinik kadang penuh, parkiran samping pendopo malah ditutup. Terus mau parkir di mana?” Sementara itu, visi misi para calon dekan FIA justru menitikberatkan pada internasionalisasi fakultas. Tidak ada program konkret yang merespon langsung isu sehari-hari yang dirasakan mahasiswa.
Senada dengan mahasiswa FIA, Presiden BEM FISIP, Azhar Zidane berharap agar pemilihan dekan ini tidak mengganggu jalannya organisasi secara signifikan. “Harapannya pemilihan dekan kali ini tidak secara signifikan mengganggu dalam hal organisasi,” ucapnya.
Menanggapi isu organisasi, dua bakal calon dekan FISIP memiliki perbedaan pandangan, seperti yang diutarakan pada saat penyampaian visi misi bakal calon dekan FISIP. Bakal calon dekan FISIP nomor urut satu, Faishal Aminuddin mengusulkan reformulasi skema pendanaan agar kontribusi nyata tiap organisasi semakin terasa. “Skema pendanaan sebaiknya didasarkan pada sejauh mana kegiatan mereka berkontribusi bagi pengembangan fakultas, bukan sekadar penjatahan,” ujar Faishal.
Sementara itu, Ahmad Imron Rozuli, bakal calon dekan nomor urut dua FISIP menekankan pentingnya kreativitas mahasiswa dalam mencari dukungan dana. “Anggaran itu penting, tapi bukan segalanya. Kalau hanya mengandalkan dana pagu, pasti kecil. Mahasiswa harus membangun ide kreatif supaya bisa menarik tambahan dana eksternal,” jelas Imron.
Mirip dengan yang terjadi di FISIP dan FIA, Litbang Kavling10 mencatat bahwa 20 dari 27 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memilih Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai salah satu isu yang seharusnya menjadi salah satu fokus dekan. Salah seorang dari mereka berharap agar UKT bisa lebih rendah untuk kalangan menengah ke bawah. Akan tetapi, isu tentang UKT hanya disinggung oleh salah satu bakal calon dekan FEB. Dalam visi misinya, terdapat program untuk memberikan bantuan ke mahasiswa berupa beasiswa.
Penulis: Dhito Priambodo dan Muhammad Iqbal Rabbani
Editor: Hanin Amalia Najahah
