FAKULTAS PETERNAKAN GUNAKAN AI PADA SOSIAL MEDIA: TUAI RESPONS BERAGAM

0
Sumber: Instagram @fapet_ub

MALANG-KAV.10 Sebuah unggahan di akun X menfess kampus pada Rabu (18/3) memicu perdebatan hangat di kalangan mahasiswa. Unggahan tersebut mempertanyakan penggunaan Artificial Intelligence (AI) di akun Instagram resmi dan situs web Fakultas Peternakan (FAPET).

Menanggapi hal itu, Tono selaku programmer di Pusat Informasi dan Kehumasan Fakultas Peternakan (PSIK) angkat suara. Menurutnya, AI adalah sebuah alat untuk mempercepat proses pembuatan konten dan proses penyebaran informasi. Oleh karena itu, untuk penulisan berita mereka juga menggunakan prompting AI.  “Apalagi Pak Rektor mencenangkan satu hari harus ada satu berita, jadi itu yang mendasari kita untuk menggunakan AI,” ungkapnya. Tono menyebutkan bahwa penggunaan AI ini juga dikarenakan adanya pengalokasian anggaran. “Dana yang ada bisa dialihkan ke kebutuhan lain, seperti berlangganan perangkat lunak resmi daripada menggunakan versi bajakan,” jelasnya.

Ia  juga menegaskan bahwa penggunaan AI harus tetap dikendalikan, dan konsep utama tetap ada pada manusia. Penggambaran secara kasar memang menggunakan AI, namun untuk penggunaan warna, logo, struktur desain hingga tipografi dilakukan secara manual sesuai dengan protokol. “AI yang kita manfaatkan didukung oleh banyak alat aplikasi editing. Mulai dari Adobe, kemudian Corel, semua kita menggunakan yang berbayar. Yang kita publikasikan ke dalam net source itu semua AI yang terkendali jadi nyaman dilihat,” tambah Hafidz, selaku teknisi jaringan PSIK. 

Menghadapi berbagai sentimen negatif, Tono sendiri menyampaikan itu merupakan hal yang wajar. Bahkan dari pihak FAPET juga menerima beberapa protes dari mahasiswa terkait penggunaan AI. Ada yang DM kami, meminta agar AI tidak digunakan. Tapi kami jelaskan bahwa AI itu hanya alat bantu, bukan menggantikan peran manusia. Apa bedanya mengambil aset dari laman desain gratis dengan menggunakan AI? Justru dengan AI, kami bisa lebih cepat dan tetap mempertahankan standar desain yang ada,” terangnya.

Melihat hal ini, Febri, selaku mahasiswa Fapet, mengungkapkan bahwa dengan adanya perkembangan teknologi seperti saat ini membuat manusia tidak dapat terlepas olehnya, sehingga penggunaan AI sudah mulai lazim digunakan.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Putri yang juga seorang mahasiswa Fapet. “Menurutku, penggunaan AI dalam pembuatan  konten sosial fakultas itu adalah ide yang cukup menarik dan bahkan bisa jadi langkah yang inovatif. Dengan AI bisa membantu menghasilkan desain yang estetik, cepat, bikin hemat waktu dan bikin konten lebih rapi,” ujarnya. 

Namun, Putri menambahkan bahwa penggunaan AI yang berlebihan dikhawatirkan dapat menghilangkan kesempatan mahasiswa atau tim media sosial fakultas dalam mengembangkan kreativitas mereka pada desain setiap konten.

Penulis: Fenita Salsabila
Kontributor: R. A. J. Afra Aurelia
Editor: Florantina Agustin Nilam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.