DILEMA PENUNJUKAN PEMBINA ORMAWA UB: KEPUTUSAN REKTORAT TUAI KEKECEWAAN

MALANG-KAV.10 Pengumuman pembagian pembina organisasi mahasiswa (Ormawa) UB yang dilaksanakan pada Sabtu (22/2) menuai kekecewaan. Alasannya, terdapat beberapa Ormawa yang tidak mendapat pembina sesuai yang mereka ajukan. Pihak UB sendiri tidak memberikan alasan yang jelas mengenai ketidaksesuaian ini.
Salah satu Ormawa yang terdampak adalah Fordi Mapelar. Fitri sebagai ketua umum mengungkapkan bahwa mereka, dengan saran dari alumni, mengajukan kembali pembina yang sudah menemani selama dua tahun. Namun, ketika pengumuman, mereka mendapatkan nama yang berbeda. “Jadi yang sebelumnya, pembina Ormawa ini sendiri sudah banyak mengikuti dan juga menemani di dua tahun sebelumnya. Tiba-tiba diganti dengan dosen baru, orang baru yang kami sendiri memang belum kenal, sih, secara personal. Jadi ya kami harus coba untuk kenalan lagi,” ujarnya. Fitri mengatakan bahwa mereka akan melihat kinerja mereka dengan pembina baru sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
Ormawa Formapi juga terimbas hal serupa. Faiz, ketua umum Formapi terkendala dalam komunikasi dengan rektorat terkait pengajuan pembina. Faiz menjelaskan bahwa pembina Formapi tahun lalu setuju untuk kembali menjadi pembina. Oleh karenanya, Faiz memintanya untuk menandatangani proposal program kerja Formapi. “Nah, akhirnya kita udah sempat naikin tiga proposal dengan beberapa undangan juga itu pakai tanda tangan pembina yang lama,” papar Faiz.
Akan tetapi pihak rektorat menghubungi Faiz untuk mengosongkan kolom pembina pada proposalnya. Ketika pembina diumumkan, Faiz melihat bahwa Formapi tidak mendapat pembina yang diajukan. Hal ini menyebabkan kesalahpahaman antara Faiz dengan pembina lama. Alhasil, Faiz meminta maaf pada pembina lamanya dan membatalkan seluruh proposal yang telah ia ajukan.
Faiz terpaksa mengajukan kembali proposal dari awal dan meminta tanda tangan pada pembina yang diberikan rektorat. “Karena SK-nya [Surat Keputusan] tuh udah pembina yang baru yang dipilih sama rektor. Jadi mau nggak mau kita harus pakai yang itu [tanda tangan pembina baru]. Jadi kemarin aku udah ganti lagi proposalnya pakai tanda tangan pembina yang baru,” jelas Faiz.
Lebih lanjut, Faiz menyampaikan keluhannya terhadap keputusan rektorat ini. “Jadi, menurut aku kalau misal kita sendiri disuruh nentuin [pembina], tapi ujung-ujungnya yang nentuin rektorat kenapa kita harus nentuin dari awal gitu.”
Ormawa Formasi juga mendapat pembina berbeda dari yang diajukan. Akan tetapi, berbeda dengan Fordi Mapelar dan Formapi, Debi selaku chairperson mengutarakan bahwa Formasi tidak keberatan dengan pembina baru yang mereka dapatkan. “Tapi setelah melihat hasilnya mendapatkan Pak Andhy cukup puas karena selinier dengan Formasi. Sama di bidang bahasa Inggris juga,” paparnya.
Debi juga menjelaskan bahwa alasan dipilihnya pembina yang baru ini tidak disampaikan oleh rektorat. Hal ini disepakati oleh Fitri yang setidaknya mengharapkan adanya rasionalisasi terhadap pemilihan pembina yang ditetapkan oleh rektorat.
Sementara itu, Faiz berharap ke depannya ada rekomendasi dari rektorat untuk pembina yang bisa diajukan dari masing-masing Ormawa. “Karena kan enggak semua Ormawa itu punya kenalan pembina yang cocok dan bagus,” ujarnya.
Penulis: Muhammad Zaki & Ayyashaq Yukan Prasetio
Editor: Naufal Rizqi Hermawan
