FOKUS UBSC TERSEBAR, KERUSAKAN FASILITAS PTM UB TIDAK TERATASI

0

MALANG-KAV.10 Unit Aktivitas Mahasiswa Tenis Meja Universitas Brawijaya (PTM UB) saat ini menghadapi masalah yang tak kunjung selesai. Kerusakan fasilitas ruang Latihan PTM UB di UB Sport Center (UBSC) terus bertambah dan belum ada upaya perbaikan dari pihak UBSC. Kerusakan tersebut mulai muncul sebelum pergantian jabatan keanggotaan 2023. 

Fasilitas seperti meja yang bengkok dan seringnya kehilangan bola hingga pergantian jabatan keanggotaan 2023, kerusakan terus bertambah. Terlihat pada Jumat (26/4) terdapat berbagai kerusakan seperti dinding yang berjamur akibat ruangan lembab saat musim hujan, plafon yang bocor dan berlubang menyebabkan peralatan tenis meja menjadi lembab dan terkikis, serta papan tenis meja yang sudah rapuh.

Tak hanya itu, ketua PTM UB yakni Bening mengatakan bahwa terdapat pembobolan pintu pada ruangan penyimpanan peralatan PTM UB dengan bukti gagang pintu yang telah lepas dan bolong.

“Itu semua menyulitkan kami dalam berlatih karena jika hujan deras terjadi, kami harus membersihkan dahulu meja-meja yang terkena air hujan hingga memotong waktu latihan,” ujar Bening.

Berbagai usaha dilakukan oleh PTM UB dengan mengajukan perbaikan kepada pihak UBSC. Namun tidak ada respon untuk langkah selanjutnya. 

Zainal selaku bagian marketing UBSC mengatakan bahwa segala permohonan perbaikan fasilitas telah diajukan kepada birokrasi. Namun ia menegaskan bahwa setiap pengajuan harus melewati mekanisme izin yang cukup alot. Hal ini menyebabkan pihak UBSC tak mampu melakukan perbaikan secepatnya karena dana hanya akan turun jika pengajuan perbaikan diterima oleh birokrasi. “Kita hanya mencari pendapatan. Semua pendapatan kita setor. Kita tidak punya apa-apa, kita ini miskin,” ujar Zainal.

Zainal mengaku bahwa kondisi UBSC sendiri pun juga membutuhkan perbaikan. Terlihat jelas bahwa Gedung UBSC sudah terlalu usang dan membutuhkan pengecatan ulang. Namun hal ini pun tak kunjung dilakukan. Pengajuan tersebut hanya berhenti di birokrasi dan tidak ada tindakan lanjutan. 

Selain itu banyak hal yang harus diurus mengenai fasilitas. Terdapat lebih dari 5 UKM yang berada di bawah naungan UBSC, bahkan UBSC juga harus mengurus fasilitas UKM yang ada di UB Dieng. Hal ini menjadi faktor mengapa PTM UB tak dapat dijadikan prioritas dalam perbaikan. Bukan hal yang instan dalam melakukan perbaikan. Butuh waktu yang sangat lama hingga birokrasi memberikan izin dan dana untuk melakukannya. 

Pihak UBSC berharap bahwasannya antara mereka dengan mahasiswa saling mengerti agar tidak terjadi intimidasi dan komunikasi satu arah. Aturan-aturan yang berlaku di UBSC harus tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku dan mahasiswa memang harus patuh terhadap SOP yang sudah ditetapkan.

Penulis: Ayu Nadya Oktaviana
Editor: Adila Amanda
Kontributor: Lila Ayu Candra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.