SATU BULAN SEMENJAK PERESMIAN, GEDUNG AUDITORIUM BARU UB MASIH BELUM FUNGSIONAL

0

Gedung Auditorium Universitas Brawijaya

MALANG-KAV.10 Semenjak peresmiannya 1 bulan yang lalu, gedung auditorium baru Universitas Brawijaya masih belum berstatus operasional. Meskipun gedung sudah terlihat siap untuk digunakan, belum ada kegiatan kampus yang menggunakan gedung tersebut. 

Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik, Heri Prawoto, menjelaskan bahwa gedung auditorium masih belum bisa operasional sebelum proses penyerahan gedung selesai. “Kita juga baru mendapatkan peresmian di beberapa minggu yang lalu sehingga penggunaannya juga belum bisa kita segerakan karena masih proses serah terima,” ujar Heri.

Heri juga menambahkan bahwa meskipun gedung sudah diresmikan, pengujian fungsional gedung masih diperlukan sebelum gedung bisa berstatus operasional. “Kita akan uji dulu, satu kebocoran masih ada atau tidak, jaringan listriknya bagaimana. Bahkan, sound system saja kami masih uji coba. Saat wisuda lalu, kami lakukan cek total untuk kepastian satu kursinya bermasalah atau tidak. Jadi, ini masih belum ke fase-fase (penggunaan gedung, red.) bisa dipakai secara luas.” Ia menegaskan bahwa pengujian tersebut perlu dilakukan sebelum penyerahan hak gedung kepada pihak kampus supaya segala kerusakan fasilitas bisa diperbaiki dalam masa garansi yang diberikan oleh kontraktor.

Gedung yang telah diresmikan pada 18 Februari tahun ini akan memiliki fungsi yang sama dengan gedung auditorium Universitas Brawijaya sebelumnya, yaitu sebagai penampung segala aktivitas civitas UB. Dalam fungsional penuh, gedung auditorium direncanakan untuk dapat menampung sampai 900 individu dan memiliki lahan parkir khusus gedung sendiri. Tak hanya itu, gedung ini juga dilengkapi dengan fasilitas, seperti panggung khusus untuk melayani segala aktivitas civitas.

Serupa dengan fungsi gedung auditorium UB sebelumnya, gedung auditorium baru ini hanya akan terbuka untuk kegiatan kampus dan tidak akan dikomersialisasikan. “Tidak, tidak dikomersilkan,” tegas Heri. Ia menjelaskan bahwa segala kegiatan yang akan diadakan di dalam gedung harus bersifat bekerja sama dengan UB. “Sifatnya adalah kerjasama dengan UB. Tidak disewakan untuk umum yang memang harus membayar, khusus itu tidak ada. Seperti contoh untuk manten, itu tidak ada. Kalau ada seminar pun, pasti itu ada kerja sama dengan UB,” pungkasnya.

Penulis: Naufal Rizqi Hermawan
Editor: Maria Ruth Hanna Lefaan
Kontributor: Khairul Ihwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.