Raja Brawijaya sudah seperti sediakala, seperti yang diceritakan oleh para leluhur: dilaksanakan secara langsung, tidak daring seperti di era pandemi. Ini adalah kabar baik, di mana acara pengenalan kampus ini bisa berjalan sebagaimana harusnya.

Dan sebagaimana seharusnya itu, Jurnal Ospek yang diterbitkan Kavling10 kembali hadir. Tanpa kehilangan taringnya, Jurnal Ospek kembali menelusur bagaimana jalannya kepanitiaan serta drama yang menyertainya.

Reporter kami bertugas sudah jauh sebelum acara berlangsung, bahkan sebelum para panitia, yang dengan berbusung dada menyandang kebanggaan, dibentuk. Sehingga kajian kami akan membuka mata bagi para pembacanya. Itu dapat dilihat di judul pertama edisi satu ini.

Lebih jauh lagi, drama politik untuk memperebutkan posisi nomor satu di kepanitiaan RABRAW, dapat dibaca di bagian Editorial. Cerita Kabiri, si Wedana itu, cukup menjelaskan.

Berita-berita lain juga perlu disimak. Perihal apa-apa yang terjadi dalam penerimaan mahasiswa dan Rabraw tersaji di edisi ini.

Kebijaksanaan menjadi kebutuhan dalam membaca buletin ini. Kewarasan yang sempurna, akan menuntun pada pemahaman yang baik.

Jika anda membaca melalui ponsel, swipe ke samping untuk menuju halaman selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.