AMARAH BRAWIJAYA LAKUKAN AKSI SOLIDARITAS UNTUK SULTAN

0

MALANG-KAV.10 Kamis (10/08) Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Brawijaya lakukan aksi damai di bundaran Universitas Brawijaya (UB). Aksi yang dihadiri beberapa aliansi mahasiswa lain, seperti Aliansi Jingga dan Aliansi Satu Jiwa, ditujukan sebagai bentuk solidaritas atas kejadian yang menimpa Sultan Ri’fat Alfatih, mahasiswa ilmu pemerintahan UB. Dalam aksi ini dilakukan orasi-orasi yang berisi tuntutan kepada PT. Bali Tower agar bertanggung jawab penuh atas kelalaiannya yang menyebabkan Sultan harus dirawat di rumah sakit. Selain orasi, pada aksi ini juga dilakukan teatrikal bertajuk ruqiyah PT. Bali Tower dengan menyiramkan air kembang ke spanduk yang bertuliskan “SEGERA TANGGUNG JAWAB TERHADAP SAUDARA KAMI #JUSTICEFORSULTAN” dengan latar belakang gambar Bali Tower.

Dalam aksi ini juga dibacakan press release Amarah Brawijaya oleh Axel selaku koordinator lapangan. Isi dari press release tersebut menyatakan sikap dari Amarah Brawijaya yang di antaranya, mengecam sikap PT. Bali Tower yang hingga saat ini tidak bertanggung jawab atas tragedi Sultan Ri’fai Alfatih, menuntut PT. Bali Tower untuk bertanggung jawab atas pemenuhan hak-hak Sultan, serta Amarah Brawijaya bersolidaritas atas tragedi yang menimpa Sultan dan mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Sultan. Selain itu, Axel juga menambahkan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai pada aksi ini saja melainkan juga akan terus melakukan aksi-aksi lanjutan seperti diskusi publik dan petisi sebagai bentuk solidaritas.

Axel juga mengatakan bahwa pihak PT. Bali Tower tidak memiliki niatan baik untuk bertanggung jawab. Ia menyayangkan sisi kemanusiaan PT. Bali Tower yang justru melakukan konferensi pers di hotel mewah dan menawarkan uang ganti rugi sebesar dua miliar rupiah ke pihak keluarga Sultan. PT. Bali Tower juga menolak untuk menunjukkan tiga rekaman CCTV yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) dengan dalih rekaman sudah terhapus. Alih-alih menunjukkan rekaman CCTV, PT Bali Tower justru memberi tanggapan dengan menggunakan animasi yang dinilai tidak sesuai kenyataan. “Dan soal CCTV ini akhirnya tanggapannya adalah menggunakan animasi gitu, sehingga kami merasakan bahwasannya keadilan perhari ini jangan-jangan ada sebuah obstruction of justice juga gitu, dalam artian keadilan yang ditutup-tutupi gitu. Kami ada curiga soal-soal itu,” tutur Axel.

Lebih lanjut Axel memberikan apresiasi pada pihak universitas yang telah memperhatikan akademik Sultan serta memberikan keringanan dalam perkuliahan melalui perkuliahan asinkron. Ia turut mengapresiasi Tegar Butuhena selaku perwakilan Ikatan Alumni (IKA) UB karena telah mendampingi Sultan sebagai kuasa hukum. 

Axel juga mengajak seluruh komponen civitas academica untuk selalu bersolidaritas dan mengawal jalannya kasus ini. Di akhir Axel juga mengatakan bahwa akan ada aksi yang lebih besar bila aksi ini tidak mendapat tanggapan. “Apabila aksi ini belum mendapatkan keadilan, harapannya kami juga melakukan aksi yang lebih besar,” ungkap Axel.

Penulis : Dimas Candra Pradana
Kontributor : Gracia Cahyadi
Editor: Dwi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.