DUNIA SUDAH DIAMBANG BATAS

Oleh : Mahesa Fadhalika Ninganti
Dunia sedang gundah
Seisinya merasa resah
Tempat ibadah hanya berbusa gerah
Luka-luka telah menjelma hampir memenuhi setiap rumah
Banyak manusia berperan layaknya Tuhan
Dengan bangganya berdiri tegak atas nama sihir peradaban
Wajah-wajah tak berdosa terpana dengan layar digital di depan
Keteladanan telah punah, hanya harta dan tahta yang dipertuhankan
Zaman sudah berbeda
Bumi sudah menua
Kehancuran sudah di depan mata
Akan segera datang bencana dan mala petaka
Tuhan, sewaktu dunia telah mendekati sekarat
Saat itu juga sang surya menampakkan dirinya dari barat
Akankah ada secercah cahaya untuk menerangi kegelapan?
Atau setidaknya hanya sekedar sebagai orientasi penyelamatan
