Kobong
{"source_sid":"54A94D7C-208D-48D7-AEF8-4B39E7187419_1599116283735","subsource":"done_button","uid":"54A94D7C-208D-48D7-AEF8-4B39E7187419_1599116283702","source":"other","origin":"gallery"}

Oleh: Hamim Maulana Rahman
Kobong, hangus, rapuh, dan tak sempat roboh
Gedung markas para jaksa
Dinding miliyaran tertata apik
Kantor keadilan negara nan agung
Jangan sampai keadilan ikut kobong
Langit cuman mau mengepul asapnya tanpa mengundang rintik hujan
Angin berlarian ramaikan elemen api yang menggila
Koboong, hangus, rapuh, dan tak sempat roboh
Wira-wiri damkar ramaikan jalan
Beberapa air selang mulai menyembur si api
Api marah sebab diusir, Air mengalah sebab terlalu ramah
Angin mengegoiskan sendiri sembari membujuk langit tuk memakai jas hitamnya
Mengahadiri pertemuan api unggun untuk semalam
Menghangatkan keadilan yang belum terwakili
Kobooongggg, hangus, rapuh, dan mulai lenyap tanpa toboh
Suka dan duka bagi pihak masing-masing
Silahkan nikmati, silahkan tangisi
Atau bahkan soraki
Panggung keadilan tertinggi
Para pejabat negeri
Milik bumi pertiwi
