Kapasitas Membeludak, Sejumlah Maba Terpaksa Dipindahkan
MALANG-KAV.10 Membeludaknya jumlah maba yang menempati Gedung Samantha Krida memengaruhi kenyamanan dan konsentrasi peserta selama mengikuti rangkaian acara. Keadaan ini dikeluhkan oleh salah satu maba Muhammad Ammar Imaddudin, Program Pendidikan Vokasi cluster 16, yang menempati gedung tersebut. Ia mengeluhkan bahwa cara duduknya dirasa kurang nyaman. “Kalau cara duduk kurang nyaman sih, masalahnya kan terlalu banyak peserta (maba, red), jadi kalau menurut ku sih, terlalu banyak peserta tapi terus dipaksa, jadi nggak nyaman buat kita nya” keluhnya saat ditemui di luar Gedung Samantha Krida. Selain cara duduk yang dikeluhkan, ia juga mengatakan bahwa keadaan di dalam gedung berdesak-desakan. Walaupun begitu, ia merasa masih bisa berkonsentrasi selama mengikuti acara.
“Sebenarnya kalau desek-desekan itu kan tergantung kita (maba, red) nya sendiri. Cuma kalau saya masih bisa konsentrasi” ujarnya. Kejadian pemindahan beberapa maba ke venue lain karena Gedung Samantha Krida sudah terlalu penuh oleh peserta menjadi kritik utama yang disampaikan. Permasalahan ini disoroti oleh Ketua Komisi III, Advokasi DPM UB Demietrius Seto Prasetyo. “Ya sebenarnya itu kurang bagus ya, kurang relevan gitu ya, karena kita sebagai panitia yang ada disini juga harusnya sudah bisa me-range berapa total mahasiswa disini dan jumlah nya tuh harus tepat sasaran karena estimasi waktu juga perlu diperhatikan ya” tegasnya. Ia juga mengeluhkan ketepatan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh koordinator bidang panitia terkait walaupun, yang bersangkutan berada di venue. “Ada, tapi ya mohon maaf banget kalo dibilang kondisinya mereka nggak menetap dalam satu venue dan sangat disayangkan kurang bisa mengambil keputusan tepat” keluhnya. Sejauh ini, belum ada langkah konkret dari tim pengawas yang terdiri dari kira-kira tujuh anggota DPM yang berasal dari perwakilan masing-masing fakultas dan pusat. Hal ini dikarenakan persoalan teknis sepenuhnya milik panitia pelaksana. “Kalau dari kami, kami disini belum bisa mengambil langkah lebih dalam teknisnya, karena itu sepenuhnya milik pelaksana, kita disini hanya mengawasi” ujarnya.
Penulis: Octavio Aegis Benedictus
Editor: Aprillia Tri Wahyuningrum
