Berhenti di Wakil Dekan, Akibatnya Peluncuran Penugasan Mendadak
MALANG-KAV. Penugasan PKK Maba Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2019 baru diluncurkan pada Minggu 11 Agustus 2019 atau tiga hari sebelum acara dimulai. Hal ini dikeluhkan langsung oleh salah satu maba FISIP karena dirasa terlalu mendadak.
Maba FISIP Jurusan Ilmu Pemerintahan, Nabila Ayu Safira mengeluhkan bahwa peluncuran tugas PKK Maba lebih mendadak dibandingkan fakultas lain. Ia membandingkan penugasan PKK Maba FIA dengan FISIP yang dinilai jauh lebih mudah karena terdapat tugas individu dan kelompok.
“Iya, di Fakultas FIA misalkan, ada tugas individu sama tugas kelompok bikin video dan harus diupload. Lumayan sulit, harus ada kerja kelompok dulu. Di FISIP itu cuma ngerjain nulis sejarah FISIP dan sejarah perkembangan mahasiswa dari tahun 1908 – 1998. Itu gampang soalnya ada di Google,” ujarnya.
Permasalahan ini diketahui langsung oleh Ketua Pelaksana PKK Maba FISIP 2019 Hasbiyallah Amartya. Ia mengornfirmasi bahwa panitia sudah selesai terkait penugasan namun terdapat kesulitan saat diajukan ke wakil dekan.
“Dari PDD (Divisi publikasi) clear sebenarnya. Cuma masalahnya di birokrat (Dekanat, red). Karena sebenarnya sekarang dari wakil dekannya minta seperti itu,” Ujarnya saat ditemui di Kedai Kopi Sarijan, Malang (11/8).
Baca juga: JELANG 17 AGUSTUS, PKK MABA FISIP ANGKAT TOPIK NASIONALISME
Amartya menuturkan bahwa materi penugasan PKK Maba FISIP memang harus disetujui oleh wakil dekan. Mekanismenya panitia membuat desainnya kemudian nanti dilaporkan kepada wakil dekan.
“Nanti wakil dekan ngecek. Mungkin nanti ada revisi, ada apa gitu, nanti setelah dari wakil dekan, baru bisa di unggah,” jelasnya. Pihaknya juga mengaku sempat berulang kali konfirmai ke wakil dekan, terkait persetujuan penugasan. Namun hanya sebagian yang diterima, “Belum tentu di ACC, namun ada sebagian besar yang di ACC,” ujarnya.
Penulis: Octavio Benedictus P
Editor: Oky Prasetyo
