PLD UB SIAPKAN APLIKASI PUSTAKABILITY DALAM MEMUDAHKAN AKSES LITERATUR KHUSUSNYA BAGI MAHASISWA PENYANDANG DISABILITAS

0
Threads: @pld_ub

MALANG-KAV.10 Pusat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PLD UB) sedang menyiapkan aplikasi perpustakaan digital aksesibel bernama Pustakability yang ditarget akan diluncurkan pada akhir Agustus. Aplikasi ini diperuntukkan bagi mahasiswa penyandang disabilitas cetak, termasuk tuna netra, low vision, disleksia, autisme, ADHD, tunadaksa, disabilitas intelektual, dan psikososial. 

Penggagas Pustakability, Mahalli menyampaikan inovasi ini lahir dari kesulitan mahasiswa difabel dalam mengakses bahan ajar. “Digitalisasi buku (selama ini) bersifat personal. Misalnya ada satu buku yang dibutuhkan oleh mahasiswa tuna netra total, maka kami hanya akan mendigitalisasi buku tersebut. Jika kemudian ada orang lain yang membutuhkan buku yang sama, barulah kami menyerahkannya,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (2/7).

Pengembangan aplikasi tersebut turut melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Bagus Setiawan, selaku web developer. Sejumlah mahasiswa difabel juga turut dalam uji coba aplikasi Pustakability. “Yang sudah ngasih feedback itu Catlin [mahasiswa difabel]. Hanya ada satu yang menjadi catatan dia yaitu language switcher,” kata Mahalli. Ia sudah meminta Bagus untuk membuatkan language switcher untuk memudahkan mahasiswa dari lintas negara membaca buku dari berbagai bahasa.

Pustakability nantinya akan memiliki empat jenis user, yaitu admin, pemustaka disabilitas cetak, relawan digitalisasi, dan penerbit. Saat ini, koleksi digital mencapai lebih dari 2.100 judul hasil digitalisasi relawan dan langganan majalah. Mahalli juga mengatakan bahwa PLD UB juga menargetkan kerja sama dengan penerbit seperti Kepustakaan Populer Gramedia, Elkis, Mojok, dan Marjin Kiri.

Selain itu, Mahalli juga mengatakan bahwa aplikasi ini dibuat bukan hanya untuk mahasiswa UB saja, melainkan juga diperuntukkan bagi mahasiswa penyandang disabilitas di kampus lain. ”Kampus lain yang juga menerima penyandang disabilitas bisa terdaftar sebagai penerima manfaat dari pustakability untuk mengakses buku-buku aksesibel. Hanya saja ini butuh kerja keras untuk dapat membuat buku itu menjadi digital.”

Ia menjelaskan bahwa saat ini PLD UB sedang mengajukan status sebagai authorized entity atau entitas lembaga publik yang memberikan layanan buku aksesibel di bawah otoritas World Intellectual Property Organization (WIPO). 

Harapan Mahalli dengan adanya aplikasi tersebut untuk menghilangkan hambatan akses literatur bagi difabel. “Semua literatur yang dilarang ataupun yang tidak ada hak ciptanya atau tidak. Karena itu bukan hanya persoalan prinsip tapi juga ada pelaksanaan dari nilai-nilai itu sampai ke yang sangat teknis gitu. [Agar] skalanya itu bisa sangat luas,” pungkas Mahalli.

Penulis: Khoiriyah Balqis
Kontributor: Muhammad Tajul Asrori
Editor: Nabila Riezkha Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.