SISTEM SMART GATE GEDUNG PARKIR MACET, POSISI KAMERA DIANGGAP SEBAGAI PENYEBAB UTAMA

0

Fotografer: Nabila Riezkha Dewi

MALANG-KAV. 10 Beberapa mahasiswa mengeluhkan macetnya sistem smart gate di Gedung Parkir Universitas Brawijaya. Keluhan-keluhan itu disampaikan melalui unggahan di platform X oleh akun @kakevvin pada tanggal 24 Februari 2026. Pada postingan tersebut, akun-akun lain membenarkan sistem smart gate yang seringkali macet dan tidak kunjung diperbaiki.

Direktur Direktorat Aset, Heri, mengungkapkan bahwa posisi kamera dan posisi nomor plat motor merupakan penyebab utama dari macetnya sistem smart gate. “Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, ternyata ada yang mengubah posisi kamera. Sehingga kamera tidak tepat menyorot pada nomor plat kendaraan,” ungkapnya pada Senin (02/03). 

Dia juga menambahkan bahwa perubahan posisi kamera biasanya dilakukan oleh penjaga ketika terjadi masalah. “Terkadang ketika ada masalah di lapangan penjaga itu langsung mencoba beberapa cara untuk mengatasinya. Salah satunya dengan mengubah posisi kamera. Tetapi hal tersebut dilakukan tanpa konfirmasi kepada kami.”  

Heri juga mengungkapkan bahwa penempatan plat nomor pada kendaraan juga berpengaruh terhadap pembacaan sistem smart gate. “Penempatan plat nomor itu juga menjadi masalah macetnya sistem. Karena pengendara ada yang menempatkan plat nomor sesuai standar, ada juga yang tidak,” tuturnya.

Tidak hanya mengeluhkan perihal sistem smart gate saja, beberapa komentar pada postingan tersebut juga mengeluhkan perihal sikap penjaga yang kurang responsif ketika menanggapi kendala di lapangan.  Menurut Heri, koordinasi perihal penjaga merupakan tanggung jawab dari divisi umum. “Terkait arahan kepada penjaga, itu merupakan tanggung jawab dari divisi umum. Direktorat aset hanya memastikan bahwa penjaga mengoperasikan alat sesuai dengan SOP yang kita berikan,” ucapnya. 

Dia juga mengatakan hal yang terjadi di lapangan sangat erat kaitannya dengan kepribadian setiap penjaga yang bertugas. “Ya terkadang sulit juga ya untuk mengatur di lapangan. Ada penjaga yang memang cepat tanggap, ada juga yang tidak. Polisi saja [jumlahnya] sebanyak itu ada yang kurang bertanggung jawab, apalagi penjaga di sini.” 

Heri juga menanggapi perihal smart gate yang dibiarkan terbuka pada waktu tertentu. Dia mengungkapkan smart gate dibiarkan terbuka ketika penjaga tidak berada di posnya. Pada saat-saat itu, menurut Heri, penjaga sedang mengatur parkiran di lantai atas. Heri mengatakan alasan penjaga mengatur parkir di lantai atas karena banyaknya mahasiswa yang masih parkir tidak sesuai tempatnya. 

Tidak hanya itu, Heri menyampaikan bahwa hal yang seharusnya dilakukan petugas ketika terjadi kemacetan. Dalam sistem smart gate, gerbang dapat dibuka menggunakan remot yang sudah tersedia sehingga kendaraan bisa langsung memasuki area parkir.

Di akhir sesi wawancara, Heri mengatakan bahwa memperbanyak public space untuk mahasiswa masih menjadi prioritas saat ini. “Memang untuk lahan terbuka kita itu terbatas. Ada keluhan untuk memperbanyak lahan parkir, ada juga untuk memperbanyak tempat diskusi. Untuk saat ini kita memang memprioritaskan untuk menambah tempat diskusi, karena fokus utama kita adalah pada pendidikan.” Ujarnya.

Tidak hanya itu, Heri menambahkan bahwa saat ini Direktorat Aset sedang bekerja sama dengan Unit Teknologi dan Informasi untuk mengembangkan aplikasi. Ia menyampaikan bahwa aplikasi ini nantinya dapat menampilkan informasi terkait kondisi di tempat parkir. “Kami sendiri sedang melakukan kerja sama dengan Unit Teknologi Informasi untuk mengembangkan aplikasi. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk mengetahui kondisi di tempat parkir. Jadi nanti statusnya akan tampil, apakah parkirannya penuh atau tidak sehingga mahasiswa tidak kesulitan mencari tempat parkir.” Ucapnya.

Penulis: Nadil U. Annafis (anggota magang)
Editor: Badra D. Ahmad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.