LAHAN PARKIR KLINIK UB DIUBAH MENJADI PUBLIC SPACE, DIREKTORAT ASET: BISA UNTUK FOTO DI TULISAN I LOVE UB
Fotografer: Fenita Salsabila
MALANG-KAV.10 Lahan parkir yang berada di sebelah Klinik Universitas Brawijaya (UB) telah direnovasi dan diubah menjadi sebuah public space. Salah seorang mahasiswa FIA (Fakultas Ilmu Administrasi), Reva (bukan nama sebenarnya) merasa keberatan dengan adanya pengalihan fungsi lahan parkir menjadi public space. “Mengubah lahan parkir menjadi public space adalah langkah yang kurang cermat dengan kebutuhan parkir mahasiswanya yang begitu banyak,” ujarnya pada Jum’at (27/02).
Terkait dengan adanya gedung parkir baru di sebelah Klinik UB, Reva tetap merasa bahwa kuota untuk mahasiswa parkir di UB tidak cukup. “Sepengalaman aku di jam yang ramai [pagi hari], banyak mahasiswa yang parkir lewat dari batas-batas yang telah ditentukan [garis parkir],” ungkapnya. Ia pun terkadang merasa penasaran dengan nasib mahasiswa yang tidak mendapatkan tempat parkir di gedung parkir baru.
Reva pun mengatakan bahwa public space kurang efektif karena kapasitas kursi yang disediakan tidak sebanding dengan pemanfaatan lahan parkir sebelumnya. “Lebih tidak efektif lagi karena hanya berupa kursi taman yg kurang diminati mahasiswa untuk mengerjakan tugas,” pungkasnya.
“Selain karena rawan hujan, lokasi [public space] sebelah klinik UB termasuk jauh dari banyak fakultas yang menandakan rendahnyatraffic [aktivitas mahasiswa] di sana.”
Menanggapi alih fungsi lahan parkir menjadi public space, Heri Prawoto Widodo selaku Direktur Direktorat Aset, mengatakan bahwa pembangunan public space sudah direncanakan sejak tahun 2025. “Sebelumnya kan [public space] direncanakan 2025 kemarin. Nah, pas di bulan kemarin [Januari] kita kerjakan. Selesainya 2026 ini,” jelasnya pada Jum’at (20/2). Ia mengatakan tujuan adanya public space adalah sebagai tempat mahasiswa untuk melakukan diskusi.
Menyoroti banyaknya mahasiswa luar UB dan murid-murid SMA (Sekolah Menengah Atas) melaksanakan study tour di UB, Heri mengatakan bahwa public space bisa digunakan mereka yang sedang melakukan study tour untuk bersantai. “Ada banyak kursi yang kita siapkan di taman [public space] itu biar mereka [kelompok study tour] bisa berfoto, bisa menikmati ala UB-nya [foto di landmark I Love UB],” ujarnya.
Menanggapi kekhawatiran tentang kurangnya lahan parkir setelah dialihfungsikan menjadi public space, Heri mengatakan bahwa mereka sudah menyediakan gedung parkir baru di sebelah Klinik UB. “Kalau sebelumnya tidak ada sepeda motor di sisi yang itu [gedung parkir baru], sekarang ada lantai 2, 3, dan 4 untuk gedung parkir yang baru. Sehingga secara hitungan jumlah parkir yang ada di situ jauh lebih ter-cover di gedung yang baru,” ucap Heri.
Ia juga mengatakan gedung parkir yang baru bisa melindungi kendaraan dari hujan dan panas, sekaligus lebih aman karena ada CCTV dan penjaga yang menjaga gedung parkir.
Heri turut menanggapi terkait gedung parkir yang jauh dari gedung-gedung fakultas.
“Tipikal mahasiswa saat ini kalau enggak ada pemaksaan [gedung parkir jauh dari gedung fakultas] enggak mau jalan ke gedung parkir yang kami sediakan. Benar enggak?” ujarnya.
Penulis: Hasna Radita (anggota magang)
Kontributor: Fenita Salsabila
Editor: Nabila Riezkha Dewi
